Kamis, 22 Mei 2008

Glory Gravity

dimanakah akan kutemukan sikap termulia?
dalam rumus-rumus?

sikap termulia sama dengan
tiga kali senyum tambah satu kali ucapan hangat?

atau dalam jumlahnya?

Kurasa tidak

tidak juga dalam nama...

pasangan suami istri yang sedang memberi nama bagi anaknya bertengkar
keduanya ingin memberikan nama ayah masing-masing pada anaknya
mereka mengkonsultasikannya dengan seorang pendeta

sang pendeta bertanya pada sang suami
"apa nama ayahmu?"

Andreas

lalu kepada sang istri
"apa nama ayahmu?"

Andreas

Sang pendeta bingung
"masalahnya apa sekarang?"

Ayah saya orang yang mulia
Ayahnya seorang yang hina
Bagaimana mungkin anak saya diberikan nama ayahnya?

dan kemuliaan tidak ada dalam simbol-simbol
atau dalam teori-teori

anak laki-laki sebuah pasangan sering sekali iri hati dengan adik bayinya
lalu kedua membaca buku psikologi anak-anak

Ketika sang anak sedang kesal hatinya, sang ibu membujuknya

"sayang, coba ambil boneka beruang ini"
"tunjukkan pada mama bagaimana kamu memperlakukan adik bayi"

menurut buku psikologi, sang anak akan melampiaskan kekesalannya pada boneka

namun apa yang terjadi?

sang anak datang mendekati adik bayi...
dan memukulkan boneka ke kepala adik bayinya.

benarlah kemuliaan itu tidak ada pada teori-teori
ia juga tidak ada dalam kata-kata

seorang guru musik sedang mengajari muridnya bermain lagu "Mulia" dengan piano
Sang guru tidak puas dengan permainan sang murid

"Ivan, kamu harus bermain dengan lebih klasik, lebih mulia, lebih tegas"
"pokoknya dengan lebih penuh penghayatan"

Maksud ibu, ibu ingin saya memainkan bas nya lebih keras?

"ya, begitulah"

Ya, begitulah kemuliaan
tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata

susah dijelaskan dalam filsafat

Seperti kisah seorang filsafat yang ditanya istrinya

"menurutmu, Steven orang yang sangat berhati mulia?"

"wah, kalau kamu berkata SANGAT, itu bisa berarti intensitas, kedalaman, frekwensi, kualitas atau durasi"

bagaimana kalau dengan statistik?
apakah bisa menjelaskan kemuliaan?

Ada penduduk desa terdiri dari 100 petani dan 2 pengemis
pada akhir musim panen, dua orang petani memberikan sedikit beras pada kedua pengemis itu

lalu emang kenapa?

pada esok hari, koran lokal memberitakan dengan heboh sebuah perbuatan mulia,
"dua persen petani mengentaskan kemiskinan dengan memberi makan seratus persen pengemis

benar, kemuliaan tidak ada dalam statistik
demikian juga tidak dapat dijelaskan dengan idealisme

namun dalam realitas

bagaimana berbicara tentang laut pada katak di sumur
demikian kita menjelaskan kemuliaan dengan pemahaman

kemuliaan adalah sesuatu yang sesungguhnya kamu lakukan

seperti kita mengenal listrik
tidak dengan kita melihat listrik itu
namun dengan melihat lampu yang menyala

kemuliaan yang bisa kita dapatkan merupakan kemuliaan yang tidak mau kita lakukan

dan terkadang dalam kebohongan

kebohongan?

seperti kebohongan seorang ibu pada anaknya
bahwa ia tidak lapar saat anaknya makan nasi
bahwa ia tidak suka saat anaknya makan ayam goreng
bahwa ia tidak capaek saat anaknya tidur
bahwa ia tidak haus saat anaknya minum

dan seperti ia berkata tidak butuh cinta
dan seperti ia berkata tidak butuh duit
dan seperti ia berkata tidak butuh kemewahan
dan seperti ia berkata tidak butuh sehat

kemuliaan itu sungguh aneh

benar, begitu susah untuk dikenal

apakah anda penasaran mengenai kemuliaan itu?
anda tahu, saya tadi pagi menelepon kemuliaan
ingin memintanya hadir di tengah kita supaya kita bisa mengenalnya

oh, ya?
jadi apakah ia akan datang?

tidak, ia tidak bisa datang
tapi jangan kecewa
supaya kita bisa mengenal kemuliaan itu
ia mengizinkan saya menyebutkan nama aslinya

namanya?
tidak biasanya ia melakukan hal itu

benar dan ia ingin aku menaruhnya
di tempat terakhir jangan di judul
tempat terendah jangan di awal
tempat paling ujung jangan di tengah-tengah
yang barangkali orang mendengar pembicaraan ini sudah cukup bosan untuk menghiraukannya

ya sudah, sebut saja nama asli kemuliaan itu
supaya kita belajar darinya

nama depannya adalah
rendah hati melayani
dan nama belakangnya
menjadi hamba

****
oleh:
Andreas